Rangkasbitung (Kemenag Lebak) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak menggelar Rapat Koordinasi Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) pada hari Senin (12/10/2026), bertempat di Ruang Pranata Komputer Kantor Kemenag Lebak. Kegiatan ini dilaksanakan setelah Apel Senin sebagai upaya memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas pengelolaan informasi serta publikasi kegiatan melalui website resmi Kemenag Lebak.
Rakor tersebut dihadiri oleh Pranata Komputer Kemenag Lebak, Fadli Kurnia DC, Operator Website Babay, Pranata Humas Galuh Hilmawan Bisri dan Beni, serta Penyuluh Agama Kristen, Katolik, dan Buddha.
Kegiatan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Para peserta saling bertukar pikiran, menyampaikan masukan, serta berdiskusi mengenai pengelolaan data, pemanfaatan teknologi informasi, dan optimalisasi website sebagai sarana penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Dalam pembahasan tersebut, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya keterlibatan seluruh unit kerja, termasuk para penyuluh agama non-Muslim, dalam menyampaikan informasi kegiatan untuk dipublikasikan melalui website resmi Kemenag Lebak.
Melalui sinergi ini, berbagai kegiatan pembinaan keagamaan, pelayanan umat, serta aktivitas penyuluhan agama Kristen, Katolik, dan Buddha diharapkan dapat terdokumentasi dan tersampaikan kepada masyarakat secara lebih luas.
Pranata Komputer Kemenag Lebak, Fadli Kurnia DC, menyampaikan bahwa koordinasi dan komunikasi antarpengelola informasi sangat diperlukan untuk mendukung pengelolaan data dan teknologi informasi yang lebih optimal. Ia berharap hasil Rakor Pusdatin dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang berkelanjutan, sehingga pengelolaan informasi dan website Kemenag Lebak semakin baik, tertata, dan mudah diakses masyarakat.
Sementara itu, Pranata Humas Kemenag Lebak, Galuh Hilmawan Bisri, menekankan pentingnya kolaborasi dalam penyampaian informasi kegiatan di lingkungan Kemenag Lebak. Menurutnya, website resmi merupakan salah satu media publikasi yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai program, kegiatan, dan capaian kepada masyarakat.
Ia berharap seluruh seksi, satuan kerja, dan penyuluh agama dapat lebih aktif menyampaikan informasi beserta dokumentasi kegiatan agar publikasi Kemenag Lebak semakin beragam, informatif, dan mencerminkan pelayanan keagamaan yang inklusif.
Senada dengan hal tersebut, salah satu Penyuluh Agama Kristen, Joner Banjarnahor Marbun, menyambut baik adanya koordinasi yang memberikan ruang bagi penyuluh agama non-Muslim untuk turut berkontribusi dalam publikasi kegiatan melalui website Kemenag Lebak.

Ia berharap kegiatan penyuluhan, pembinaan umat, dan berbagai aktivitas keagamaan yang dilaksanakan oleh penyuluh Kristen, Katolik, dan Buddha dapat memperoleh ruang publikasi yang memadai. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui keberagaman kegiatan pelayanan keagamaan yang dilaksanakan di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Lebak.
Melalui Rakor Pusdatin ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak berharap terbangun komunikasi dan sinergi yang semakin kuat antara pengelola teknologi informasi, humas, operator website, dan para penyuluh agama.
Ke depan, optimalisasi website Kemenag Lebak diharapkan tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga menjadi media dokumentasi kegiatan, transparansi program, serta publikasi pelayanan keagamaan yang informatif, aktual, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
